<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>radiansystem.com &#187; Artikel</title>
	<atom:link href="http://radiansystem.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://radiansystem.com</link>
	<description>Pengembang Software Armadillo Accounting</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 09:36:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Mengenal Lebih Jauh Istilah IFRS</title>
		<link>http://radiansystem.com/artikel/ifrs%e2%80%a6-what%e2%80%99s-that/</link>
		<comments>http://radiansystem.com/artikel/ifrs%e2%80%a6-what%e2%80%99s-that/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 07:47:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiansystem.com/?p=836</guid>
		<description><![CDATA[Upaya untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan, membuat International Accounting Standard Boards &#8211; IASB melakukan percepatan harmonisasi standar Akuntansi internasional khususnya International Financial Reporting Standards – IFRS yang dibuat oleh IASB dan Financial Accounting Standard Boards (Badan Pembuat Standar Akuntansi di Amerika Serikat). Lalu kenapa Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Upaya untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan, membuat International Accounting Standard Boards &#8211; IASB melakukan percepatan harmonisasi standar Akuntansi internasional khususnya International Financial Reporting Standards – IFRS yang dibuat oleh IASB dan Financial Accounting Standard Boards (Badan Pembuat Standar Akuntansi di Amerika Serikat).<br />
Lalu kenapa Indonesia harus beralih ke IFRS (International Financial Reporting Standard)? Apa sebenarnya yang dimaksud dengan IFRS? Selama ini, dunia mengenal beberapa standar akuntansi. Amerika Serikat, misalnya, yang skala perekonomiannya terbesar di dunia, masih memakai US GAAP (Unites Stated General Accepted Accounting Principles), juga FASB (Financial Accounting Standard Board). Negara-negara yang tergabung di Uni Eropa, termasuk Inggris, menggunakan International Accounting Standard (IAS) dan International Accounting Standard Board (IASB). Indonesia setelah berkiblat ke Belanda, belakangan menggunakan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Mula-mula PSAK IAI berkiblat ke AS, dan nanti mulai 2012 beralih ke IFRS yang juga merupakan produk AS<br />
Munculnya IFRS tak bisa lepas dari perkembangan global, terutama yang terjadi pada pasar modal. perkembangan teknologi informasi (TI) di lingkungan pasar yang terjadi begitu cepat dengan sendirinya berdampak pada banyak aspek di pasar modal, mulai dari model dan standar pelaporan keuangan, relativisme jarak dalam pergerakan modal, hingga ketersediaan jaringan informasi ke seluruh dunia.<br />
Dengan kemajuan dan kecanggihan TI pasar modal jutaan atau bahkan miliaran investasi dapat dengan mudah masuk ke lantai pasar modal di seluruh penjuru dunia. Pergerakan mereka tak bisa dihalangi teritori negara. Perkembangan yang mengglobal seperti ini dengan sendirinya menuntut adanya satu standar akuntansi yang dibutuhkan baik oleh pasar modal atau lembaga yang memiliki agency problem.<br />
Sebenarnya  Penerapan IFRS ini sudah mulai dilakukan bertahap mulai tahun 2008, dengan tahapan sbb :</p>
<p>2008-2010<br />
Merupakan tahapan Adopsi dengan target adopsi seluruh IFRS ke PSAK,      Persiapan Infrastruktur yang di perlukan serta Evaluasi dan kelola dampak adopsi terhadap PSAK yang berlaku.</p>
<p>2011<br />
Merupakan Tahapan Persiapan Akhir, dengan target penyelesaian infrastruktur yang di perlukan dan Penerapan bertahan beberapa PSAK berbasis IFRS.</p>
<p>2012<br />
Merupakan Tahan Implementasi, dengan target Penerapan PSAK berbasis IFRS secara bertahap dan Evaluasi dampak penerapan IFRS secara Komprehensif.</p>
<p>Sehingga pada 1 Januari 2012 , Indonesia sudah mengadopsi penuh IFRS, di harapkan dengan ini daya saing dalam laporan keuangan Indonesia akan lebih baik sehingga bisa memberikan laporan keuangan yang berkualitas pada pasar International, yang nantinya akan semakin menigkatkan investasi dari pasar global untuk Indonesia<br />
Walaupun hingga saat ini IFRS belum menjadi one global accounting standard. Namun standar ini telah digunakan oleh lebih dari 150-an negara, termasuk Jepang, China, Kanada dan 27 negara Uni Eropa. Sedikitnya, 85 dari negara-negara tersebut telah mewajibkan laporan keuangan mereka menggunakan IFRS untuk semua perusahaan domestik atau perusahaan yang tercatat (listed).<br />
Apalagi indonesia sebagai Negara Anggota G20, yang pada Pertemuan G20 di London, 2 April 2009 menghasilkan kesepakatan untuk Strengthening Financial Supervision and Regulation à “to call on the accounting standard setters to work urgently with supervisors and regulators to improve standards on valuation and provisioning and achieve a single set of high-quality global accounting standards.”<br />
Namun, saat ini masih diwajib penerapannya untuk entitas dengan akuntabilitas publik seperti: Emiten, perusahaan publik, perbankan, asuransi, dan BUMN, khususnya bagi Perusahaan yang sudah go international atau yang memiliki partner dari Uni Eropa, Australia, Russia dan beberapa negara di Timur Tengah memang tidak ada pilihan lain selain menerapkan IFRS.<br />
So..Penerapan IFRS sebenarnya bukan hanya mengubah angka-angka dan alur yang ada sekarang, namun juga Pola pikir kita sebagai user, dengan IFRS maka Laporan Keuangan Kita bisa di baca secara global, kapanpun, siapapun  dan di manapun, karena ini juga akan menjadi tolak ukur kinerja dan kemampuan perusahaan dan element yang ada di dalamnya, bagi perusahaan yang benar-benar mampu maka akan mendapat kesempatan untuk bisa lebih growing, terbukti perusahaan yang sudah menerapkan IFRS mereka mengalami kemajuan yang signifikan khusus ketika mereka ingin go international.<br />
Walaupun ini bukan proses yang singkat, namun memulainya dari sekarang sangatlah penting, terbukti Negara penghasil IFRS ini pun tidak lepas dari sejarah yang panjang dan berliku tetang seni pencatatan, yang akhirnya menhasilkan IFRS ini, Indonesia pun tak lepas dari itu semua.<br />
Bagi Koperasi mungkin harus puas dulu dengan SAK ETAP  yang pada 2010 sudah mulai di terapkan, efektif nya baru tahun 2011. Namun semua juga membutuhkan proses yang panjang, karena dalam SAK ETAP juga sudah di tetapkan, jika entitas yang ada belum memenuhi syarat untuk menggunakan SAK ETAP, maka masih bisa menggunakan PSAK non-ETAP (SAK ETAP bab 29).</p>
<p>Semoga artikel ini bermanfaat… Go International? Why not?<br />
								                                                        <a href="http://armadilloaccounting.com" target="_blank">Armadilloaccounting.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiansystem.com/artikel/ifrs%e2%80%a6-what%e2%80%99s-that/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koperasi (Sirkah Ta’awuniyah) dalam Pandangan Islam</title>
		<link>http://radiansystem.com/artikel/koperasi-sirkah-ta%e2%80%99awuniyah-dalam-pandangan-islam/</link>
		<comments>http://radiansystem.com/artikel/koperasi-sirkah-ta%e2%80%99awuniyah-dalam-pandangan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 09:26:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi islam]]></category>
		<category><![CDATA[sirkah ta'awuniyah]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiansystem.com/?p=833</guid>
		<description><![CDATA[Sirkah berarti ikhtilath (percampuran). Para fuqaha mendefinisikan sebagai: Akad antara orang-orang yang berserikat dalam hal modal dan keuntungan. Definisi ini dari mazhab Hanafi. Sebelum membahas tentang koperasi (sirkah ta’awuniyah), sirkah secara umum disyariatkan dengan Kitabullah, Sunnah dan Ijma. Di dalam Kitabullah, Allah berfirman yang artinya: Maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga.(Q. S. 4: 12) Dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Sirkah berarti ikhtilath (percampuran). Para fuqaha mendefinisikan sebagai: Akad antara orang-orang yang berserikat dalam hal modal dan keuntungan. Definisi ini dari mazhab Hanafi.</p>
<p style="text-align: left;">Sebelum membahas tentang koperasi (sirkah ta’awuniyah), sirkah secara umum disyariatkan dengan Kitabullah, Sunnah dan Ijma.<br /> Di dalam Kitabullah, Allah berfirman yang artinya:<br /> Maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga.(Q. S. 4: 12)</p>
<p style="text-align: left;">Dan sesungguhnya kebanyakan orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh; dan amat sedikitlah mereka itu.(Q. S. 38: 24)</p>
<p style="text-align: left;">Di dalam As-Sunnah, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: Allah SWT berfirman:Aku ini Ketiga dari dua orang yang berserikat, selama salah seorang mereka tidak mengkhianati temannya. Apabila salah seorang telah berkhianat terhadap temannya Aku keluar dari antara mereka.(HR. Abu Daud dari Abu Hurairah)</p>
<p style="text-align: left;">Adapun para ulama telah berijma mengenai bolehnya berserikat (sirkah).</p>
<p style="text-align: left;">Lalu bagaimana dengan koperasi atau Sirkah Ta’awuniyah?</p>
<p style="text-align: left;">Dari segi etimologi kata koperasi berasal dan bahasa Inggris, yaitu cooperation yang artinya bekerja sama. Sedangkan dari segi terminologi, koperasi ialah suatu perkumpulan atau organisasi yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang bekerja sama dengan penuh kesadaran untuk meningkatkan kesejahteraan anggota atas dasar sukarela secara kekeluargaan.</p>
<p style="text-align: left;">Koperasi dari segi bidang usahanya ada yang hanya menjalankan satu bidang usaha saja, misalnya bidang konsumsi, bidang kredit atau bidang produksi. Ini disebut koperasi berusaha tunggal (single purpose). Ada pula koperasi yang meluaskan usahanya dalam berbagai bidang, disebut koperasi serba usaha (multipurpose), misalnya pembelian dan penjualan.</p>
<p style="text-align: left;">Dari pengertian koperasi di atas, dapat ditarik kesimpulan, bahwa yaag mendasari gagasan koperasi sesungguhnya adalah kerja sama, gotong-royong dan demokrasi ekonomi menuju kesejahteraan umum. Keja sama dan gotong-royong ini sekurang-kurangnya dilihat dari dua segi. Pertama, modal awal koperasi dikumpulkan dari semua anggota-anggotanya. Mengenai keanggotaan dalam koperasi berlaku asas satu anggota, satu suara. Karena itu besarnya modal yang dimiliki anggota, tidak menyebabkan anggota itu lebih tinggi kedudukannya dari anggota yang lebih kecil modalnya. Kedua, permodalan itu sendiri tidak merupakan satu-satunya ukuran dalam pembagian sisa hasil usaha. Modal dalam koperasi diberi bunga terbatas dalam jumlah yang sesuai dengan keputusan rapat anggota. Sisa hasil usaha koperasi sebagian Uesar dibagikan kepada anggota berdasarkan besar kecilnya peranan anggota dalam pemanfaatan jasa koperasi. Misalnya, dalam koperasi konsumsi, semakin banyak membeli, seorang<br /> anggota akan mendapatkan semakin banyak keuntungan. Hal ini dimaksudkan untuk lebih merangsang peran anggota dalam perkoperasian itu. Karena itu dikatakan bahwa koperasi adalah perkumpulan orang, bukan perkumpulan modal. Sebagai badan usaha, koperasi tidak semata-mata mencari keuntungan akan tetapi lebih dari itu, koperasi bercita-cita memupuk kerja sama dan mempererat persaudaraan di antara sesama anggotanya.</p>
<p style="text-align: left;">Lalu bagaimana koperasi menurut pandangan Islam dan bagaimana pendapat para ulama mengenai koperasi? Di bawah ini akan dicoba mengulas masalah tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">Sebagian ulama menganggap koperasi (Syirkah Ta’awuniyah) sebagai akad mudharabah, yakni suatu perjanjian kerja sama antara dua orang atau lebih, di satu pihak menyediakan modal usaha, sedangkan pihak lain melakukan usaha atas dasar profit sharing (membagi keuntungan) menurut perjanjian, dan di antara syarat sah mudharabah itu ialah menetapkan keuntungan setiap tahun dengan persentasi tetap, misalnya 1% setahun kepada salah satu pihak dari mudharabah tersebut. Karena itu, apabila koperasi itu termasuk mudharabah atau qiradh, dengan ketentuan tersebut di atas (menetapkan persentase keuntungan tertentu kepada salah satu pihak dari mudharabah), maka akad mudharabah itu tidak sah (batal), dan seluruh keuntungan usaha jatuh kepada pemilik modal, sedangkan pelaksana usaha mendapat upah yang sepadan atau pantas.</p>
<p style="text-align: left;">Mahmud Syaltut tidak setuju dengan pendapat tersebut, sebab Syirkah Ta’awuniyah tidak mengandung unsur mudharabah yang dinimuskan oleh fuqaha. Sebab Syirkah Ta’awuniyah, modal usahanya adalah dari sejumlah anggota pemegang saham, dan usaha koperasi itu dikelola oleh pengurus dan karyawan yang dibayar oleh koperasi menurut kedudukan dan fungsinya masing-masmg. Kalau pemegang saham turut mengelola usaha koperasi itu, maka ia berhak mendapat gaji sesuai dengan sistem penggajian yang balaku. Menurut Muhammad Syaltut, koperasi merupakan syirkah baru yang diciptakan oleh para ahli ekonomi yang dimungkinkan banyak sekali manfaatnya, yaitu membari keuntungan kepada para anggota pemilik saham, membori lapangan kerja kepada para karyawannya, memberi bantuan keuangan dan sebagian hasil koperasi untuk mendirikan tempat ibadah, sekolah dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: left;">Dengan demikian jelas, bahwa dalam koperasi ini tidak ada unsur kezaliman dan pemerasan (eksploitasi oleh manusia yang kuat/kaya atas manusia yang lemah/miskin). Pengelolaannya demokratis dan terbuka (open management) serta membagi keuntungan dan kerugian kepada para anggota menurut ketentuan yang berlaku yang telah diketahui oleh seluruh anggota pemegang saham. Oleh sebab itu koperasi itu dapat dibenarkan oleh Islam.</p>
<p style="text-align: left;">Menurut Sayyid Sabiq, Syirkah itu ada empat macam, yaitu:</p>
<ol style="text-align: left;">
<li>Syirkah Inan<br /> Syirkah Inan, yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih dalam permodalan untuk melakukan suatu usaha bersama dengan cara membagi untung atau rugi sesuai dengan jumlah modal masing-masing.</li>
<li>Syirkah Mufawadhah<br /> Syirkah Mufawadhah, yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih untuk melakukan suatu usaha dengan persyaratan sebagai benkut:</li>
</ol>
<ul style="text-align: left;">
<ul>
<li>Modalnya harus sama banyak. Bila ada di antara anggota persyarikatan modalnya lebih besar, maka syirkah itu tidak sah.</li>
<li>Mempunyai wewenang untuk bertindak, yang ada kaitannya dengan hukum. Dengan demikian, anak-anak yang belum dewasa belum bisa menjadi anggota persyarikatan.</li>
<li>Satu agama, sesama muslim. Tidak sah bersyarikat dengan non muslim.</li>
<li>Masing-masing anggota mempunyai hak untuk bertindak atas nama syirkah (kerja sama).</li>
</ul>
</ul>
<ol style="text-align: left;">
<li>Syirkah Wujuh<br /> Syirkah Wujuh, yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih untuk membeli sesuatu tanpa modal, tetapi hanya modal<br /> kepercayaan dan keuntungan dibagi antara sesama mereka.</li>
<li>Syirkah Abdan<br /> Syirkah Abdan, yaitu karja sama antara dua orang atau lebih untuk melakukan suatu usaha atau pekerjaan. Hasilnya dibagi antara sesama mereka berdasarkan perjanjian seperti pemborong bangunan, instalasi listrik dan lainnya.</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">Mazhab Hanafiah menyetujui (membolehkan) keempat macam Syirkah tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">Sementara mazhab Syafi,ia melarang Syirkah Abdan, Mufawadhah, Wujuh dan membolehkan Syirkah Inan. Tiga macam dilarang dan hanya satu macam saja yang dibolehkan.</p>
<p style="text-align: left;">Mazhab Malikiah membolehkan Syirkah Abdan, Syirkah Inan, dan Syirkah Mufawadhah dan melarang Syirkah Wujuh.</p>
<p style="text-align: left;">Mazhab Hanabilah membolehkan Syirkah Inan, Wujuh dan Abdan, dan melarang Syirkah Mufawadhah.</p>
<p style="text-align: left;">Selain Imam Mujtahid yang empat itu, masih ada lagi pendapat ulama-ulama lainnya sebagaimana terlihat pada uraian berikutnya.</p>
<p style="text-align: left;">Mengenai status hukum berkoperasi bagi ummat Islam juga didasarkan pada kenyataan, bahwa koperasi merupakan lembaga ekonomi yang dibangun oleh pemikiran barat, terlepas dari ajaran dan kultur Islam. Artinya, bahwa Al-Quran dan hadis tidak menyebutkan, dan tidak pula dilakukan orang pada zaman Nabi. Kehadirannya di beberapa negara Islam mengundang para ahli untuk menyoroti kedudukan hukumnya dalam Islam.</p>
<p style="text-align: left;">Khalid Abdurrahman Ahmad, panulis Al-Tafkir Al-Iqrishadi Fi Al-Islam (pemikiran-pemikiran ekonomi Islam), Penulis Timur Tengah ini berpendapat, haram bagi ummat Islam berkoperasi. Sebagai konsekuensinya, penulis ini juga mengharamkan harta yang diperoleh dari koperasi. Argumentasinya dalam mengharamkan koperasi, ialah pertama disebabkan karena prinsip-prinsip keorganisasian yang tidak memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan syariah. Di antara yang dipersoalkan adalah persyaratan anggota yang harus terdiri dari satu jenis golongan saja yang dianggap akan membentuk kelompok-kelompok yang eksklusif. Argumen kedua adalah mengenai ketentuan-ketentuan pembagian keuntungan. Koperasi mengenal pembagian keuntungan yang dilihat dari segi pembelian atau penjualan anggota di koperasinya. Cara ini dianggap menyimpang dari ajaran Islam, karena menurut bentuk kerja sama dalam Islam hanya mengenal pembagian keuntungan atas dasar modal, atas dasar jerih payah atau atas dasar keduanya. Argumen selanjutnya adalah didasarkan pada penilaiannya mengenai tujuan utama pembentukan koperasi dengan persyaratan anggota dan golongan ekonomi lemah yang dianggapnya hanya bermaksud untuk menenteramkan mereka dan membatasi keinginannya serta untuk mempermainkan mereka dengan ucapan-ucapan atau teori-teori yang utopis (angan-angan/khayalan).</p>
<p style="text-align: left;">Pendapat tersebut belum menjadi kesepakatan/ijma para ulama. Sebagai bagian bahasan yang bermaksud membuka spektrum hukum berkoporasi, maka selain melihat segi-segi etis hukum<br /> berkoperasi dapat dipertimbangkan dari kaidah penetapan hukum, ushul al-fiqh yang lain. Telah diketahui bahwa hukum Islam mengizinkan kepentingan masyarakat atau kesejahleraan bersama melalui prinsip ishtishlah atau al-maslahah. Ini berarti bahwa ekonomi Islam harus memberi prioritas pada kesejahleraan rakyat bersama yang merupakan kepentingan masyarakat. Dengan menyoroti fungsi koperasi di antaranya:</p>
<p style="text-align: left;">1. Sebagai alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan rakyat dan<br /> 2. Alat pendemokrasian ekonomi nasional.</p>
<p style="text-align: left;">Dengan demikian bahwa prinsip ishtishlah dipenuhi di sini dipenuhi oleh koperasi.</p>
<p style="text-align: left;">Demikian juga halnya, jika dilihat dari prinsip istihsan (metode preferensi). Menyoroti koperasi menurut metode ini paling tidak dapat dilihat pada tingkat makro maupun mikro. Tingkat makro berarti mempertimbangkan koperasi sebagai sistem ekonomi yang lebih dekat dengan Islam dibanding kapitalisme dan sosialisme. Pada tingkat mikro berarti dengan melihat terpenuhi prinsip<br /> hubungan sosial secara saling menyukai yang dicerninkan pada prinsip keanggotaan terbuka dan sukarela, prinsip mementingkan pelayanan anggota dan prinsip solidaritas.</p>
<p style="text-align: left;">Dengan pendekatan kaidah ishtishlah dan istihsan di atas, ada kecenderungan dibolehkannya kegiatan koperasi. Juga telah disebutkan banyak segi-segi falsafah, etis dan manajerial yang menunjukkan keselarasan, kesesuaiandan kebaikan koperasi dalam pandangan Islam. Secara keseluruhan hal ini telah memberi jalan ke arah istimbath hukum terhadap koperasi. Hasil istimbath ini tidak sampai kepada wajib, juga tidak sampai kepada haram, sebagaimana dikemukakan oleh Khalid Abdurrahman Ahmad.</p>
<p style="text-align: left;">Jika demikian halnya, lantas bagaimana hukum berkoperasi? Kembali pada sifat koperasi sebagai praktek  muamalah, maka dapat ditetapkan hukum koperasi adalah sesuai dengan ciri dan sifat-sifat koperasi itu sendiri dalam menjalankan roda kegiatannya. Karena dalam kenyataannya, koperasi itu berbeda-beda substansi model pergerakannya. Misalnya koperasi simpan pinjam berbeda dengan koperasi yang bergerak dalam bidang usaha perdagangan dan jasa lainnya. Koperasi simpan pinjam bahkan banyak yang lebih tinggi bunga yang ditetapkannya bagi para peminjam daripada bunga yang ditetapkan oleh bank-bank konvensional. Tentunya hal seperti ini tidak diragukan lagi adalah termasuk riba yang diharamkan. Adapun koperasi semacam kumpulan orang yang mengusahakan modal bersama untuk suatu usaha perdagangan atau jasa yang dikelola bersama dan hasil keuntungan dibagi bersama, selagi perdagangan atau jasa itu layak dan tidak berlebihan di dalam mengambil keuntungan, maka dibolehkan, apalagi jika keberadaan koperasi itu memudahkan dan meringankan bagi kepentingan masyarakat yang bersangkutan.</p>
<p style="text-align: left;">Terakhir kami ingatkan kembali sebuah firman Allah SWT, yang artinya:<br /> Dan sesungguhnya kebanyakan orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh; dan amat sedikitlah mereka itu.<br /> (Q. S. 38: 24)<br /> Wallohu a&#8217;lam.</p>
<p style="text-align: left;">Daftar pustaka:</p>
<p style="text-align: left;">1. Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq, jilid 13.<br /> 2. Al-Fatawa, Muhammad Syalthut.<br /> 3. Islam dan Koperasi, Ahmad Dimyadhi dan kawan-kawan.<br /> 4. Deskripsi Ekonomi Islam, Monzer Kahf.</p>
<p style="text-align: left;">Sumber: Diadaptasi dari Masail Fiqhiyah: Zakat, Pajak, Asuransi dan Lembaga Keuangan, M. Ali. Hasan</p>
<p style="text-align: left;"> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiansystem.com/artikel/koperasi-sirkah-ta%e2%80%99awuniyah-dalam-pandangan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IMPLEMENTASI ARMADILLO SIMPAN PINJAM DI PSAK27 PASAL 37</title>
		<link>http://radiansystem.com/artikel/implementasi-armadillo-simpan-pinjam-di-psak27-pasal-37/</link>
		<comments>http://radiansystem.com/artikel/implementasi-armadillo-simpan-pinjam-di-psak27-pasal-37/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 08:06:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[equitas]]></category>
		<category><![CDATA[implementasi]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 37]]></category>
		<category><![CDATA[pinjam]]></category>
		<category><![CDATA[psak27]]></category>
		<category><![CDATA[simpan]]></category>
		<category><![CDATA[skontro]]></category>
		<category><![CDATA[stuffel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiansystem.com/?p=749</guid>
		<description><![CDATA[Koperasi sebagai Soko Guru dan gerakan ekonomi rakyat nasional kini harus berhadapan dengan berkembangan yang begitu pesat dalam setiap sendi perekonomian masyarakat, ini menuntut dunia Koperasi untuk bisa berlari lebih cepat untuk mengimbangi laju perkembangan dunia ekonomi saat ini, salah satu yang saat menjadi hal urgent adalah perkebangan tehnologi yang setiap detiknya tumbuh ide-ide baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Koperasi sebagai Soko Guru  dan gerakan ekonomi rakyat nasional kini harus berhadapan dengan berkembangan yang begitu pesat dalam setiap sendi perekonomian masyarakat, ini menuntut dunia Koperasi untuk bisa berlari lebih cepat untuk mengimbangi laju perkembangan dunia ekonomi saat ini, salah satu yang saat menjadi hal urgent adalah perkebangan tehnologi yang setiap detiknya tumbuh ide-ide baru dan system-system baru sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dengan tolak ukur Tepat,Efisien dan yang paling penting Cepat tanpa harus mengesampingkan dasar-dasar system itu sendiri.<span id="more-749"></span><br />
Dari sinilah, Aramadillo Sinmpan Pinjam yang merupakan salah satu jawaban untuk tantangan dunia tehnologi saat ini, dengan mengacu pada PSAK27 yang merupakan acuan paling dasar dalam dunia koperasi, armadillo menyajikan berbagai kebutuhan untuk implemetasi Pernyataan Standart Akuntasi Keunagan no.27, tentang Perkoperasian.</p>
<p>Armadillo Simpan Pinjam merupaka Aplikasi yang di khusus untuk Badan Usaha KOPERASI dengan jenis dan usaha yang berbeda, baik itu KOPKAR, KOPWAN, USP, KSP, BPR dan jenis usaha lain yang bersifat KOPERASI, yang tentunya memiliki Syarat khusus di dalamnya sesuai dengan yang tertuang dalam PSAK No.27</p>
<p><strong>MODAL ANGGOTA</strong></p>
<p>Jika bicara Koperasi,maka tidak akan lepas dari peran serta ANGGOTA yang memiliki Dua peran di dalamnya, selain sebagai pemilik juga sebagai pengguna jasa Koperasi, Seperti yang tertuang dalam PSAK.27 Pasal 37<br />
<strong>“Simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan lain<br />
yang memiliki karakteristik yang sama dengan simpanan pokok atau<br />
simpanan wajib diakui sebagai ekuitas koperasi dan dicatat sebesar<br />
nilai nominalnya.”</strong><br />
Setelah terdaftar, maka anggota tersebut di mempunyai kewajiban untuk memberikan simpanan pokok yaitu sejumlah uang harus di setorkan ke koperasi dengan jumlah yang sudah di tentukan besarannya dan hanya berikan sekali saja, sedangakan simpanan wajib yaitu sejumlah uang yang harus di setorkan ke koperasi dengan besara yang tidak selalu sama dengan simpanan pokok dan di setorkan secara berkala dengan nominal yang sudah di tentukan, misalkan : Simpanan pokok = Rp.100.000; dan Simpanan wajib = Rp.50.000;/bulan, makan anggota wajib menyetor tiap bulannya sebesar Rp50.000;</p>
<p>Karena untuk simpanan Wajib Dan Pokok di akui sebagai ekuitas maka tidak dapat di tarik sewaktu-sewaktu selama dia menjadi anggota koperasi sedangakan untuk simpanan lain yang berkaintan dengan pinjaman, tidak masuk dalam ekuitas sehingga bisa di tarik jika pinjama sudah lunas, sumbangan atau Dana yang di dapat dari pihak lain yang memili ciri sama dengan simpanan pokok /wajib maka tetap diakui sebagai ekuitas atau modal sehingga tercatat dalam laporan keuangannya sebagai berikut :</p>
<p><img alt="" src="http://radiansystem.com/wp-content/uploads/2011/07/gb1.PNG" class="alignnone" width="543" height="480" /></p>
<p>Bentuk Neraca yang ada di Armadillo Simpan Pinjam adalah Bentuk Stuffel (Report Form), ada 2 Jenis Penyajian Laporan yaitu Skontro (T-Account Form) dan Stuffel (Report Form) dan keduanya lazim di pakai di dunia Akuntansi, hanya saja untuk orang awam bentuk Stuffel lebih mudah di pahami cara membacanya.<br />
Sekian sedikit ulasan tentang PSAK 27 pasal 37, masih sangat sederhana , kritik dan saran sangat saya nantikan untuk lebih baiknya artikel ini atau selanjutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiansystem.com/artikel/implementasi-armadillo-simpan-pinjam-di-psak27-pasal-37/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>cara menghitung shu pada usaha simpan pinjam koperasi</title>
		<link>http://radiansystem.com/artikel/cara-menghitung-shu-usaha-simpan-pinjam-koperasi/</link>
		<comments>http://radiansystem.com/artikel/cara-menghitung-shu-usaha-simpan-pinjam-koperasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 04:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[SHU]]></category>
		<category><![CDATA[Simpan Pinjam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiansystem.com/?p=630</guid>
		<description><![CDATA[Sisa hasil usaha Koperasi merupakan pendapatan Koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan , dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan. Adapun perlakuan terhadap SHU adalah sisa hasil usaha setelah dikurangi dana cadangan , dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan Koperasi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sisa hasil usaha Koperasi merupakan pendapatan Koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan , dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan. </p>
<p>Adapun perlakuan terhadap SHU adalah sisa hasil usaha setelah dikurangi dana cadangan , dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan Koperasi, serta digunakan untuk pendidikan Perkoperasian dan keperluan lain dari Koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota. </p>
<p>Dan untuk besarnya Pemupukan dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota koperasi yang kemudian dicantumkan pada Anggaran Dasar suatu Koperasi. Tiga pernyataan di atas adalah apa yang dikemukakan pada Undang-undang tentang Perkoperasian yaitu UU No.25 Tahun 1992 yang menjadi dasar hukum pembagian SHU koperasi bagi anggotanya. </p>
<p>Berikut ini adalah contoh perhitungan pembagian SHU suatu koperasi yang menjalankan usaha simpan pinjam. Misalkan dalam anggaran dasar suatu koperasi ditentukan prosentase pembagian SHU sebagai berikut : </p>
<ul>
<li>SHU atas Jasa Pinjam &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;25%</li>
<li>SHU atas Simpanan Wajib &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;20%</li>
<li>Dana Pengurus &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;10%</li>
<li>Dana Karyawan &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;10%</li>
<li>Dana Pendidikan &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;10%</li>
<li>Dana Sosial &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;10%</li>
<li>Cadangan &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;15%</li>
</ul>
<p>Maka proses penghitungannya adalah sebagai berikut :</p>
<p><u>Contoh:</u><br />SHU Ditahan sebesar Rp 123.000.000,-<br />SHU atas jasa pinjam<br />Perhitungannya 123.000.000 x 25% = 30.750.000.-<br />cat: Perhitugan SHU atas jasa pinjam di ambil dari Pendapatan Bunga atas Pinjaman YG Diberikan</p>
<p>Contoh:<br />∑ pendapatan bunga selama setahun Rp. 79.950.000,-<br />Pendapatan bunga dari si-A Rp 900.000,-<br />Maka perhitungan SHU si-A adalah :<br />(900.000 / 79.950.000) x 30.750.000 = Rp 346.153,85 </p>
<p>SHU atas Simpanan Wajib<br />Perhitungannya 123.000.000 x 20% = 24.600.000,-<br />Contoh :<br />∑ simpanan wajib anggota Rp 150.000.000,-<br />Simpanan Wajib si-A Rp 310.000,-<br />Maka perhitungan SHU si-A adalah<br />(310.000 / 150.000.000 ) x 24.600.000 = Rp 50.840,- </p>
</p>
<p>Dana Pengurus&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Rp 123.000.000,- x 10% = Rp 12.300.000,-<br />Dana Karyawan&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Rp 123.000.000,- x 10% = Rp 12.300.000,-<br />Dana Pendidikan&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Rp 123.000.000,- x 10% = Rp 12.300.000,-<br />Dana Sosial&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Rp 123.000.000,- x 10% = Rp 12.300.000,-<br />Cadangan&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Rp 123.000.000,- x 15% = Rp 18.450.000,-</p>
<p><img alt="bunga simpanan berjangka berhadiah" src="http://radiansystem.com/images/SHU.jpg" width="400"></p>
<p>Demikian penjelasan dari kami, jika masih ada yang perlu ditanyakan atau ada kritik dan saran, jangan sungkan untuk kontak kami kapan saja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiansystem.com/artikel/cara-menghitung-shu-usaha-simpan-pinjam-koperasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>produk simpanan berjangka / deposito berhadiah</title>
		<link>http://radiansystem.com/artikel/produk-deposito-simpanan-berjangka-berhadiah/</link>
		<comments>http://radiansystem.com/artikel/produk-deposito-simpanan-berjangka-berhadiah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 04:02:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bunga simpanan]]></category>
		<category><![CDATA[deposito]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[simapanan berjangka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiansystem.com/?p=628</guid>
		<description><![CDATA[Untuk menghimpun dana dari anggota, koperasi dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membuat suatu produk simpanan. Salah satunya adalah dengan cara membuat produk simpanan berjangka berhadiah. Apakah koperasi memerlukan biaya besar terhadap adanya produk ini? Berikut penjelasan secara akuntansi dari tim Armadillo Accounting berdasarkan pengalaman di lapangan. Ex: Suatu koperasi mempunyai produk simpanan berjangka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
Untuk menghimpun dana dari anggota, koperasi dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membuat suatu produk simpanan. Salah satunya adalah dengan cara membuat produk simpanan berjangka berhadiah. Apakah koperasi memerlukan biaya besar terhadap adanya produk ini? Berikut penjelasan secara akuntansi dari tim Armadillo Accounting berdasarkan pengalaman di lapangan.
</p>
<p>Ex:  Suatu koperasi mempunyai produk simpanan berjangka yang saldo nya di atas Rp 50.000.000,- mendapat hadiah langsung berupa sepeda motor.<br />
Adapun perlakuannya sebagai berikut :</p>
<p></p>
<p>
<b>Penerimaan simpanan berjangka</b><br />
D\ Kas &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Rp 50.000.000,-<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;K\ Simpanan Berjangka&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Rp 50.000.000,-
</p>
<p>
<b>Pembelian Hadiah</b><br />
Hadiah ini diakui seperti persediaan tapi disusutkan seperti inventaris kantor, buat perkiraan Beban Simpanan Berjangka Kendaraan (BSB Kendaraan), dengan Akumulasi Penyusutan BSB Kendaraan. Namun ada juga yang menyebutnya dengan beban dibayar di muka atas bunga deposito (BDD Bunga Deposito). Pemberian nama akun bisa disesuaikan sesuai dengan kabijakan manajemen masing-masing koperasi.<br />
D\ BSB Kendaraan&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Rp 10.500.000,-<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;K\ Kas &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Rp 10.500.000,-
</p>
<p>
<b>Penyusutan Pembelian Sepeda Motor (Cicilan Hadian)</b><br />
Penyusutan dibebankan juga pada saat pemberian bunga simpanan berjangka, yg menghasilkan jurnal sebagiai berikut<br />
D\Biaya Bunga Simp Berjangka&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Rp 1.050.000<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;K\ Simpanan &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Rp 400.000,-<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;K\ Akm Peny BSB Kendaraan &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Rp 650.000,-
</p>
<p>
Dalam Armadillo Simpan Pinjam, jurnal di atas harus dilakukan melalui dua kali transaksi, karena akun simpanan berhubungan dengan kartu simpanan anggota. Maka jurnal bunga simpanan berjangka terhadap simpanan harus dilakukan melalui menu transaksi simpanan, berikut penjelasan secara visualnya.</p>
<p><img src="http://radiansystem.com/images/BSB.gif" alt="bunga simpanan berjangka berhadiah" width="400"></p>
<p>Adapun jurnal bunga simpanan berjangka terhadap akumulasi penyusutan bisa langsung dilakukan melalui menu isi jurnal.</p>
<p><img src="http://radiansystem.com/images/BDD.BSB.gif" alt="bunga simpanan berjangka berhadiah" width="400"></p>
<p>Dari dua transaksi di atas, akan menghasilkan laporan rekap jurnal sebagai berikut ini. Yang otomatis akan pengaruh ke laporan neraca dan rugi laba koperasi.</p>
<p><img src="http://radiansystem.com/images/laporan.BSB.gif" alt="bunga simpanan berjangka berhadiah" width="400"></p>
<p>Demikian penjelasan dari kami, jika masih ada yang perlu ditanyakan atau ada kritik dan saran, jangan sungkan untuk kontak kami kapan saja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiansystem.com/artikel/produk-deposito-simpanan-berjangka-berhadiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prosedur Tutup Buku / Jurnal Akhir Tahun</title>
		<link>http://radiansystem.com/artikel/prosedur-tutup-buku-jurnal-akhir-tahun/</link>
		<comments>http://radiansystem.com/artikel/prosedur-tutup-buku-jurnal-akhir-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 04:27:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Armadillo Simpan Pinjam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiansystem.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Tutup buku atau penutupan pembukuan merupakan istilah yang digunakan untuk proses akhir dalam suatu periode akuntansi sebelum memasuki periode akuntansi berikutnya Konsep dasar tutup buku adalah memindahkan “Nominal Accounts” dan “Dividen” ke rekening “Retained Earning (Laba Ditahan)” sehingga diperoleh nilai “Equity (modal)” di akhir periode”. Perkiraan yang perlu di tutup akhir tahun adalah : 1. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tutup buku atau penutupan pembukuan merupakan istilah yang digunakan untuk proses akhir dalam suatu periode akuntansi sebelum memasuki periode akuntansi berikutnya Konsep dasar tutup buku adalah memindahkan “Nominal Accounts” dan “Dividen” ke rekening “Retained Earning (Laba Ditahan)” sehingga diperoleh nilai “Equity (modal)” di akhir periode”.</p>
<p>
Perkiraan yang perlu di tutup akhir tahun adalah :<br />
1. Pendapatan (revenue)<br />
2. HPP (COSG)<br />
3. Biaya (expenses)</p>
<p>
Proses Akhir tahun itu juga berfungsi untuk :<br />
1. Memisahkkan bukti transaksi antar periode atau akhir tahun buku<br />
2. Menentukan Rugi Laba akhir periode atau tahun<br />
3. Melakukkan Cut-Off antar periode atau tahun buku</p>
<p>
Proses ini dimaksudkan sebagai:<br />
1. Mengetahui kekayaan usahanya di akhir periode atau akhir tahun<br />
2. Menilai dan melihat perkembangan pencapaian suatu usaha.</p>
<p>
Cara melakukan proses tutup buku dalam program Armadillo Accounting atau Simpan Pinjam adalah sebagai berikut:<br />
1. Cetak laporan neraca percobaan atau laba rugi tahunan per akhir periode atau akhir tahun<br />
2. Masuk menu jurnal<br />
3. Isi jurnal / membuat jurnal baru<br />
4. Pilih tanggal akhir tahun<br />
5. Isi referensi<br />
6. Isi keterangan (ex: jurnal tutup buku per “periode yang akan ditutup”)<br />
7. Masukkan semua nilai semua pendapatan (revenue) sampai akhir periode atau tahun (dari neraca percobaan atau rugi laba tahunan) di sebelah debet<br />
8. Masukkan semua nilai semua HPP (COSG) sampai akhir periode atau tahun di sebelah kredit<br />
9. Masukkan semua nilai biaya (expenses) sampai dengan akhir periode atau tahun di sebelah kredit<br />
10. Selisih yang merupakan “Rugi laba pertahun” dimasukkan ke perkiraan SHU Ditahan atau SHU Belum Dibagi pada posisi kredit (jika laba/untung)<br />
11. Simpan.</p>
<p>
Tampilan akan tampak sebagai berikut :</p>
<p><img src="http://i450.photobucket.com/albums/qq229/radiansystem/tutup-buku.gif" alt="prosedur tutup buku jurnal akhir tahun" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiansystem.com/artikel/prosedur-tutup-buku-jurnal-akhir-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih komputer bagi pemula</title>
		<link>http://radiansystem.com/artikel/memilih-komputer-bagi-pemula/</link>
		<comments>http://radiansystem.com/artikel/memilih-komputer-bagi-pemula/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 02:28:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[komputer bagi pemula]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/radiansystem/1/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang untuk memulai sesuatu yang baru, yang belum pernah kita lakukan , kita akan merasa ragu-ragu atau takut. Banyak yang kita pikirkan sebelum kita maju melangkah untuk melakukan hal itu. Sama halnya dengan memilih komputer bagi pemula yang belum pernah sama sekali mengenal dunia komputer. Pertanyaan standard bagi para pemula adalah: bagaimana membedakan bahwa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkadang               untuk memulai sesuatu yang baru, yang belum pernah kita lakukan ,               kita akan merasa ragu-ragu atau takut. Banyak yang kita pikirkan               sebelum kita maju melangkah untuk melakukan hal itu.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;"> Sama halnya dengan memilih komputer bagi pemula yang belum pernah               sama sekali mengenal dunia komputer. Pertanyaan standard bagi para               pemula adalah:</span></span></p>
<ul style="margin-top: 0cm;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">bagaimana                   membedakan bahwa yang akan saya beli ini cocok bagi saya? </span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">kenapa                   ada yang murah dan ada yang mahal padahal <em>type</em> nya sama                   ? </span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">bagiamana                   after salesnya? </span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">bulit                   up atau rakitan? </span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Jika                   sudah punya komputer memulai belajar darimana ? </span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">mampukah                   saya mengoperasikan?</span></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Sebenarnya               untuk memulai sesuatu yang baru,kita tidak bisa megatakan kita               benar atau salah sebelum kita melakukannya. Yang penting adalah               kita mempunyai tujuan atas apa yang kita lakukan. Memutuskan untuk               membeli komputer, juga bisa mempunyai banyak maksud, apakah               sekedar ingin punya dan tidak memanfaatkan ataukah ingin               benar-benar memanfaatkanya. Nah, dari sini apabila kita ingin               memanfaatkan sebuah komputer kita juga harus punya tujuan yang               jelas ( lebih detail lagi) yaitu apakah ingin di buat menulis (surat               misalnya) atau menggambar, atau menghitung dan sebagainya, begitu               seterusnya sampai anda menemukan tujuan yang paling utama dari               keinginan anda membeli komputer. Setelah anda menentukan tujuan,               maka dari sini anda dapat menentukan spesifikasi minimum yang               harus anda anggarkan untuk pembelian komputer.dengan tujuan anda               ini, anda bisa bertanya kepada yang lebih ahli bahwa jika anda               ingin mencapai tujuan itu, maka spesifikasi apa yang harus di beli.<br />
</span></span><em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Bagaimana               jika tujuannya banyak?<br />
</span></span></em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Pilih               yang paling penting<br />
</span></span><em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Bagaimana               jika semua penting ?<br />
</span></span></em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Pilih               yang tujuannnya paling membutuhkan spesifikasi tinggi<br />
</span></span><strong><em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Kenapa               ada yang murah dan ada yang mahal , padahal typenya sama? </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Jika               anda benar – benar menggeluti dunia hardware komputer, maka Anda               akan menemui begitu banyaknya variasi yang bisa kita rakit dalam               sebuah PC. Banyak hal yang berpengaruh pada harga sebuah komputer               selain dari pada type ( Pentium 1, 2, 3 atau 4) yaitu : Merk,               Besar kecil kapasitas, Speed, JenisVGA, baru / second dan               lain-lain. Jadi apabila Anda ditawari disatu tempat lebih murah               dari tempat lainnya selama selisihnya sampai dengan kurang lebih               Rp 100.000 maka itu adalah harga yang wajar, baik di vendor yang               mahal maupun yang murah. Lebih bagus lagi jika anda punya               pembanding 3 vendor atau lebih. Yang perlu digarisbawahi dalam               pembelian komputer adalah semakin mahal kita mengeluarkan uang               maka semakin baik komputer tersebut (jawa: ono rego ono rupo). </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Jika               anda tidak ada tempat untuk bertanya, maka perbanyaklah membaca               brosur-brosur penawaran komputer, teliti perbedaan penulisannya               secara detail maka anda akan tahu spesifikasi komputer dengan               lebih baik.</p>
<p></span></span><strong><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">After               sales?</p>
<p></span></span></strong><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Untuk               komputer baru , biasanya semakin mahal anda beli, maka after               salesnya semakin bagus, karena biasanya merupakan jaminan produsen               ( bukan vendor) bahwa jika anda membeli yang bermerk(lebih mahal)               maka jika terjadi kerusakan anda akan mudah mendapat gantinya.atau               anda akan mendapat garansi dalam jangka waktu lebih lama dibanding               dengan komputer yang lebih murah.</p>
<p></span></span><strong><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Memilih               Bulit Up atau Rakitan? </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Komputer               Bulit Up adalah komputer yang di rakit langsung dari pabrik               tertentu. Biasanya mereka menjamin ke handalan dan after salesnya,               dengan jaminan itu otomatis membuat harga komputer bulit up jauh               lebih mahal dari komputer rakitan, meskipun demikian ada beberapa               kekurangan dalam komputer bulit up, yaitu apabila anda sudah lepas               garansi maka Anda akan menemui kesulitan jika salah satu dari               komponen komputer anda ada yang rusak.<br />
Sedangkan rakitan adalah komputer yang di rakit sendiri oleh               vendor dari komponen-komponen yang diperoleh dari               produsen-produsen spare part (biasanya dari taiwan). Karena               merupakan rakitan sendiri maka variasi harga komputer rakitan akan               sangat beragam ( tapi tetap lebih murah dari pada komputer built               up dengan spesifikasi yang sama). Karena rakitan sendiri, maka               otomatis apabila terjadi kerusakan, kita akan lebih mudah untuk               memperleh penggantinya.<br />
</span></span><strong><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;"><br />
Jika sudah punya komputer memulai belajar darimana ?<br />
</span></span></strong><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;"><br />
Komputer(Hardware) tidak akan bisa digunakan tanpa ada software               nya, nah belajar komputer disini adalah belajar cara menggukan               software. Kembali lagi ke tujuan anda membeli komputer tadi               digunakan untuk apa, dari sini anda fokus pada belajar menggunakan               software itu ( dan jangan belajar yang lain dulu) setelah anda               bisa memanfaatkan komputer itu untuk maksud dan tujuannya, maka               mulailah belajar yang lain. Sebagai contoh jika anda bisa ingin               mahir menulis surat pelajari ms Word jika ingin design pelajari               Adobe Photo shop dan atau corel draw , jika ingin gambar               arsitektur pelajari Autocad dan lain sebagainya. Tapi sebeum anda               mengerti itu semua, anda harus mengerti cara menggunakan OS               (Operating Systemnya) sebagai contoh OS yang paling terkenal               adalah windows (98, XP,200 dan lain-lain)<br />
</span></span><strong><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;"><br />
Mampukah saya?<br />
</span></span></strong><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;"><br />
Jika sudah berpikir untuk membeli komputer berarti pikiran anda               sudah mulai terkomputersiasi , jadi apabila Anda bertanya mampukah               saya? Maka jawabannya adalah <em>mampu</em>. Batasan tidak mampu               adalah batasan yang kita bikin sendiri. Jika anda berpikir mampu               maka anda pasti mampu<br />
</span></span><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;"><br />
Artikel Radian Multi Prima<br />
<a href="http://www.radiansystem.com/">www.radiansystem.com</a></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiansystem.com/artikel/memilih-komputer-bagi-pemula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memulai Komputerisasi di Bisnis UKM</title>
		<link>http://radiansystem.com/artikel/memulai-komputerisasi-di-bisnis-ukm/</link>
		<comments>http://radiansystem.com/artikel/memulai-komputerisasi-di-bisnis-ukm/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 02:29:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis UKM]]></category>
		<category><![CDATA[Komputerisasi di Bisnis UKM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/radiansystem/1/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu komputerisasi dan Mengapa harus komputerisasi? Kebanyakan masyarakat awam masih rancu untuk membedakan antara · Usaha yang sudah ter komputerisasi atau · Usaha yang sudah menggunakan komputer untuk alat bantu. Mereka beranggapan bahwa kalau dalam usahanya sudah menggunakan komputer maka dikatakan sudah terkomputerisasi. Padahal .. Yang dimaksud komputerisasi disini adalah dengan mendaya gunakan kemampuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Apa                   itu komputerisasi dan Mengapa harus komputerisasi?<br />
</span></span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"><span style="color: #000000;">Kebanyakan               masyarakat awam masih rancu untuk membedakan antara<br />
</span><span style="font-family: Symbol;"><span style="color: #000000;">·<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span></span></span><span style="color: #000000;">Usaha yang sudah ter               komputerisasi atau<br />
</span><span style="font-family: Symbol;"><span style="color: #000000;">·<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span></span></span><span style="color: #000000;">Usaha yang sudah               menggunakan komputer untuk alat bantu.<br />
Mereka beranggapan bahwa kalau dalam usahanya sudah menggunakan               komputer maka dikatakan sudah terkomputerisasi. Padahal ..<br />
</span><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Yang               dimaksud komputerisasi disini adalah dengan mendaya gunakan               kemampuan komputer untuk menghitung, mengontrol dan membuat               laporan secara terpadu sehingga dapat<span> </span>memperlancar usaha yang dijalankan. Jadi komputer bukan               hanya digunakan sebagai pengganti mesin ketik seperti yang biasa               digunakan.<br />
</span></span><span style="color: #000000;">Semakin usaha Anda berkembang,               semakin komplek permasalahan yang terjadi. Dengan system kontrol               manual maka Anda akan banyak mengalami kesulitan untuk melakukan               perhitungan, kontrol bahkan pembuatan laporan. Dan kalaupun itu               bisa Anda<span> </span>lakukan               dengan system manual , saya yakin Anda akan ikut (selalu) terjun               dalam pekerjaan itu, Anda tidak pernah bisa mendelegasikan tugas               itu kepada yang lain karena memang kontrol hanya datang dari satu               sumber ( Personil yang bertanggung jawab) . Akan tetapi<span> </span>dengan system komputer maka kontrol dapat datang dari dua               sumber yaitu<br />
</span><span style="font-family: Symbol;"><span style="color: #000000;">·<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial;">dari               personil yang bertanggung jawab dan<br />
</span></span><span style="font-family: Symbol;"><span style="color: #000000;">·<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial;">dari               system komputer itu sendiri.<br />
</span>Jadi kemungkinan untuk berbuat curang dari orang yang               bertanggung jawab akan lebih kecil (meskipun tidak 100% tidak bisa).<br />
</span><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Banyak               dari kalangan pebisnis lalai pada hal ini . Mereka memulai               komputerisasi setelah terjadi kebobolan pada system manual nya,               yang menyebabkan perusahan sudah kehilangan (Karena kecurangan)               Jutaan Rupiah ( Bahkan ratusan juta)<br />
</span></span><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;"> </span></span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Kapan                   saatnya bisnis UKM mulai perlu komputerisasi?<br />
</span></span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Idealnya               komputerisasi sudah kita lakukan sebelum sesuatu kebobolan terjadi               didalam bisnis kita. Akan tetapi memang perlu kita perhitungkan               antara cash flow yang ada dengan investasi (komputerisasi) yang               akan kita lakukan.<br />
Sebagai bahan panduan untuk mengetahui kapan usaha Anda perlu               dikomputerisasi, berikut point-point yang bisa Anda gunakan :<br />
</span></span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li>
<ol style="margin-top: 0in;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Jika                     usaha Anda mulai berdiri dan Anda tidak punya system manual                     yang bisa / akan Anda terapkan </span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Jika                     omzet Anda sudah melebihi dari yang bisa Anda kontrol (                     dalam bentuk laporan yang akurat) </span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Jika                     Anda sudah tidak bisa mengetahui pasti berapa jumlah piutang                     Anda kepada para pelanggan </span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Jika                     Anda mulai membuka cabang baru dan harus mempercayakan                     bisnis itu (atau yang sedang Anda jalankan) di pegang /                     dijalankan orang lain. </span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Jika                     Anda ingin meningkatkan <em>prestige</em> kepada para                     pelanggan<br />
</span></span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Apa                   saja yang harus di persiapkan?<br />
</span></span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Hanya               dengan mempunyai cukup / banyak<span> </span>uang tidak cukup untuk bisa dijadikan acuan bahwa Anda bisa<span> </span>mengkomputerisasi bisnis Anda. Ada beberapa faktor yang               harus dipersiapkan (selain uang) untuk bisa mengkomputerisasi               system.<br />
</span></span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li>
<ol style="margin-top: 0in;" type="a">
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">SDM                     (Sumber Daya Manusia)<br />
</span></span></strong></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Anda               harus memikirkan terlebih dahulu, apabila komputerisasi dijalankan               di bisnis Anda, kira-kira siapa yang akan menjalankan system itu               nantinya , minimal orang yang menjalankan nanti adalah orang yang               bisa cepat belajar (meskipun sebelumnya belum pernah pegang               komputer), lebih baik lagi jika orang tersebut sudah bisa               menjalankan komputer atau bahkan sudah pernah menjalankan system               komputer. Karena apabila orang ini tidak ada, maka penerapan               komputerisasi tidak pernah bisa dijalankan. </span></span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li>
<ol style="margin-top: 0in;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-family: Arial;">Hardware</span></strong><span style="font-family: Arial;"><br />
Komputerisasi pasti memerlukan media untuk mengoperasikan,                     yaitu komputer itu sendiri. Mahal atau tidaknya dana yang                     diperlukan untuk pembelian komputer tergantung pada tujuan                     penerapan system yang akan dijalankan. Adapun yang                     berpengaruh pada besar tidaknya invenstasi yang dikeluarkan                     untuk pembelian komputer, ada beberapa faktor yaitu:<br />
</span></span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">1.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Spesifikasi komputer (Workstation)<br />
Kebayakan system komputer (program) yang ada sekarang sudah under               Windows, jadi saya menyarankan untuk menggunakan komputer pentium               2 keatas, spesifikasi komputer berpengaruh pada kecepatan program               yang akan dijalankan , semakin tinggi spesifikasi komputer,               semakin cepat program bisa berjalan. Akan tetapi indikator               “cepat” pada masing-masing orang berbeda-beda, sehingga               pemilihan spesifikasi menurut saya bisa negosiable. Artinya               apabila dananya cukup hanya untuk komputer dengan spesifikasi               tertentu, maka faktor kecepatan bisa diabaikan ( Prioritas bukan               pada “Cepat “ tapi pada “ Berjalan” nya system)<br />
</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">2.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Jumlah Komputer<br />
Jumlah komputer bisa Anda perkirakan dengan pembagian tugas yang               akan di jalankan , jumlah yang harus disediakan sangat relatif ,               bisa mulai dari satu unit sampai puluhan unit tergantung dari               system yang akan dirancang nantinya. Tetapi khusus untuk system               yang dijalankan di swalayan, minimal komputernya adalah 2 unit,               karena satu digunakan untuk penjualan, lainnya digunakan untuk               mengisi nama barang (Gudang) </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">3.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Jaringan<br />
Jaringan juga berpengaruh pada besarnya investasi yang akan di               keluarkan. Semakin banyak komputer yang di gunakan maka investasi               jaringan semakin mahal demikian juga<span> </span>jarak antara komputer satu dengan lainnya juga berpengaruh               pada besarnya investasi , semakin jauh maka biaya akan semakin               mahal </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">4.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Server<br />
Jika ingin system berjalan secara ideal, maka komputer server               perlu dibelikan yang khusus untuk server, perbadingan harga antara               komputer server dengan workstation (user) berbeda jauh, akan               tetapi komputer server memang mempunyai unjuk kerja yang sangat               baik. Tetapi apabila dana tidak mencukupi maka Server dapat               menggunakan komputer biasa saja </span></span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li>
<ol style="margin-top: 0in;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-family: Arial;">Data</span></strong><span style="font-family: Arial;"><br />
Saat pertama kali komputerisai dijalankan maka yang perlu di                     masukkan ke dalam system komputer adalah data-data yang ada                     di system manual. Data –data ini harus akurat dan balance,                     karena apabila tidak, maka tidak mungkin dijalankan system                     komputerisasi. Hal ini disebabkan system tidak bisa                     mengkontrol apakah data yang dihasilkan komputer benar atau                     tidak. Ada sebuah istilah untuk hasil data yang berasal dari                     system komputer yaitu GIGO (Gold In Gold Out ) atau (Garbage                     In Garbage Out) </span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-family: Arial;">Decision                     maker (pengambil keputusan)</span></strong><span style="font-family: Arial;"><br />
Komputerisasi adalah penerapan system yang harus akurat dari                     ujung data sampai akhir laporan. Jadi apabila pada system                     manual ada sesuatu prosedur (atau perhitungan) yang tidak                     dapat dikomputerisasi,<span> </span>maka perlu sebuah keputusan untuk mengubah prosedur (                     perhitungan) yang biasa dilakukan di system manula menjadi                     perhitungan baru yang lebih accountable dan controlable.                     Keputusan ini harus cepat dilakukan dan harus langsung                     disosialisasikan kepada user (pengguna)<br />
</span></span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Memilih                   Rekanan<br />
</span></span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Yang               perlu di garisbawahi dalam memilih rekanan dalam mengkomputerisasi               usaha kita adalah :<br />
</span></span><span style="font-family: Symbol;"><span style="color: #000000;">·<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span></span></span><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-family: Arial;">TIDAK               SELALU YANG LEBIH MAHAL HARGANYA MAKA DIA LEBIH BAIK<br />
</span></strong></span><span style="font-family: Symbol;"><span style="color: #000000;">·<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span></span></span><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-family: Arial;">TIDAK               ADA YANG DAPAT MENGKOMPUTERISASI 100% SEMPURNA SESUAI KEINGINAN               ANDA.<br />
</span></strong></span><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Di               dalam komputerisasi selalu ada negosiasi dalam penerapan system               dengan rekanan kita. Adapun rekanan yang bisa Anda pilih ada               beberapa kategori yaitu:<br />
</span></span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li>
<ol style="margin-top: 0in;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-family: Arial;">Programmer                     lepas</span></strong><span style="font-family: Arial;"><br />
di Indonesia banyak sekali sekolah komputer yang menelorkan                     programmer-programmer, baik yang handal maupun yang                     biasa-biasa saja. Jika Anda menentukan untuk memilih                     programmer lepas sebagai rekanan, maka Anda harus                     pandai-pandai memilih mana programmer yang mempunyai                     kwalitas bagus dan mana yang programmer yang biasa-biasa                     saja.<br />
</span></span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Keuntungan               dan kelemahan memakai rekanan ini adalah kurang lebih nya adalah               sebagai berikut:<br />
</span></span><em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Keuntungan:<br />
</span></span></em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">1.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Lebih murah<br />
2.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Memenuhi kebutuhan system sperti manual yang ada<br />
</span></span><em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Kekurangan:<br />
</span></span></em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">1.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Akan memakan waktu lebih lama ( karena banyaknya bug)<br />
2.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Maintenance ( perawatan ) after sales service tidak               terjamin<br />
3.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>System yang diterapkan belum tentu benar ( Karena langsung               mengadopsi dari manual dan kurangnya pengetahuan programmer               tentang system yang benar) </span></span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li>
<ol style="margin-top: 0in;" type="a">
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Mempekerjakan                     programmer</span></span></strong></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Anda               juga dapat membuka lowongan programmer untuk memulai system               komputerisasi di tempat Anda . Sama halnya dengan programmer lepas,               Anda harus pandai –pandai memilih mana programmer yang bagus dan               mana yang biasa-biasa saja ( dan ini sangat sulit). Tapi apabila               kita berhasil memilih programmer yang baik maka ada faktor               keuntungan dan kelemahan dengan memilih rekanan ini yaitu:<br />
</span></span><em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Keuntungan               :<br />
</span></span></em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">1.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>System sesuai dengan yang diinginkan<br />
2.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Biaya yang dikeluarkan bulanan ( Bisa lebih murah atau               lebih mahal)<br />
3.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Otomatis sudah mempunyai staff EDP<br />
</span></span><em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Kerugian:<br />
</span></span></em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">1.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Anda tergantung pada programmer tersebut<br />
2.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Faktor cheating (Kecurangan) dalam perusahaan bisa terjadi<br />
</span></span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li>
<ol style="margin-top: 0in;" type="a">
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Memilih                     vendor</span></span></strong></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Cara               ketiga dalam memilih rekanan adalah dengan cara membeli system               yang sudah baku dan sudah dipakai ditempat lain secara umum.               System ini dikembangkan oleh vendor (software house ) yang memang               mengeluti bidang ini sebagai bidang utama, biasanya perusahaan               seperti ini memiliki beberapa programmer dalam menjalankan               usahanya. Kategori vendor dibagi menjadi tiga macam yaitu:<br />
</span></span><span style="font-family: Arial;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"><span style="color: #000000;"> </span></span><span style="color: #000000;">i.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Lokal<br />
Yang saya maksud lokal adalah vendor yang ada dikota Anda sendiri.               Sehingga antara pusat produksi system dan tempat usaha Anda,               relatif lebih dekat. Artinya apabila Anda memerlukan sesuatu               perawatan diharapakan akan dapat didatangi secara face to face.               Memilih vendor lokal mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai               berikut:<br />
</span></span><em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Kelebihan:<br />
</span></span></em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">1.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Maintenance lebih terjamin<br />
2.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Harga relatif murah<br />
3.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Proses implemenatasi lebih cepat<br />
</span></span><em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Kekurangan:<br />
</span></span></em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">1.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Kestabilan<span> </span>system               kadang masih kurang (meskipun lebih baik dibanding dengan               programmer lepas)</p>
<p></span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"><span style="color: #000000;"> </span></span><span style="color: #000000;">ii.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Nasional (regional)<br />
Yang dimaksud dengan vendor nasional atau wilayah adalah vendor               yang berada diluar kota Anda tetapi masih berada di indonesia.               Sebuah vendor menjadi nasional biasanya karena lamanya dia               berkecimpung didunia ini. Vendor nasional harus memiliki website               yang interaktif dengan para pelanggan di luar kota.<br />
</span></span><em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Kelebihan:<br />
</span></span></em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">1.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Relatif lebih stabil<br />
</span></span><em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Kekurangan:<br />
</span></span></em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">1.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Relatif lebih mahal<br />
2.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Maintenance masih perlu di pertanyakan<br />
</span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"><span style="color: #000000;"><br />
</span></span><span style="color: #000000;">iii.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Luar<br />
Vendor luar adalah vendor yang berasal dari luar negeri. Biasanya               kita mengetahui / mendapat <em>software-software</em> ini dari               internet. Adapun kelebihan dan kekurangannya adalah sebagai               berikut:<br />
</span></span><span style="color: #000000;">Kelebihan:<br />
</span><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">1.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Stabil<br />
2.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Fasilitas lebih lengkap<br />
</span></span><em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Kekurangan:<br />
</span></span></em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">1.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Berbahasa Inggris<br />
2.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Maintenance mutlak via internet<br />
3.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>System kecenderungan menganut system luar ( international)<br />
4.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"> </span>Mahal<br />
</span></span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Menjalankan                   dan pemeliharaan<br />
</span></span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #000000;">Memastikan               bahwa inventasi yang Anda keluarkan masih bisa di pakai terus itu               sangat penting dalam system komputerisasi. Dari awal Anda harus               sudah memikirkan siapa yang nantinya akan menjadi staff EDP di               perusahaan Anda, yang bertanggung jawab pada jalannya system, dan               yang selalu kontak dengan vendor. </span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial;">Artikel </span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial;">Radian Multi Prima<br />
</span><a href="http://www.radiansystem.com/">www.radiansystem.com</a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiansystem.com/artikel/memulai-komputerisasi-di-bisnis-ukm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyisihan Piutang tak tertagih</title>
		<link>http://radiansystem.com/artikel/penyisihan-piutang-tak-tertagih/</link>
		<comments>http://radiansystem.com/artikel/penyisihan-piutang-tak-tertagih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 05:33:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Piutang tak tertagih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radiansystem.com/v2/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Jenis Usaha : Simpan Pinjam (Koperasi) Bahasan : Akuntansi Didalam usaha simpan pinjam yang dijalankan oleh koperasi dikenal sebuah perkiraan dalam neraca yang disebut penyisihan piutang tak tertagih. Pekiraan ini berada di kelompok aktiva. Berbeda dengan perkiraan yang lainnya(dalam kelompok aktiva) perkiraan ini bernilai minus (sama dengan perkiraan akumulasi penyusutan). Perkiraan ini hampir sama penggunaannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Jenis Usaha<span> </span>: Simpan Pinjam (Koperasi)</span></span></span></p>
<div class="opening">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Bahasan<span> </span>: Akuntansi</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Didalam usaha simpan pinjam yang dijalankan oleh koperasi dikenal sebuah perkiraan dalam neraca yang disebut penyisihan piutang tak tertagih. Pekiraan ini berada di kelompok aktiva. Berbeda dengan perkiraan yang lainnya(dalam kelompok aktiva) perkiraan ini bernilai minus (sama dengan perkiraan akumulasi penyusutan).</span></span></span></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Perkiraan ini hampir sama penggunaannya dengan perhitungan NPL(Non performing Loan ) Pada bank. Di dlam koperasi tidak dikenal istilah NPL , akan tetapi perkiraan ini lah yang dipakai oleh usaha simpan pinjam koperasi.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Biasanya perkiran ini di bukukan pada saat akhir bulan, akan tetapi banyak juga yang menjalankanya pada saat akhir tahun.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Penyisihan Piutangtak tertagih atau ada juga yang mengatakan penghapusan piutang macet Biasanya di hitung (dibukukan) dari analisa prosentase jumlah peminjam yang kurang lancar, meragukan dan macet.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Dengan adanya perkiraan Penyisihan piutang tak tertagih ini maka pembiayaan pada masalah pinjaman macet akan lebih bisa di prediksikan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Pembukuan setiap bulannya adalah sebagai berikut</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Pada saat setiap akhir bulan</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span> </span>Biaya Penyisihan (biaya)<span> </span>Rp xxx</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span> </span>Penyisihan piutangtak tertagih (Asset) <span> </span>Rp. xxx</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Pada saat terdapat penghapusan piutang macet</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span> </span>Penyishan Piutang Tak Tertagih (Asset)<span> </span>Rp xxx</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span> </span>Pinjaman Diberikan(Asset)<span> </span>Rpxxx</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"> </span></span></p>
<p><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Jadi dengan menggunkan metode seperti ini, saat terjadi penghapusan pada salah satu piutang macet, sudah bukan merupakan biaya lagi, karena biayanya sudah dibiayakan rutin sedikit demi sedikit pada setiap bulannya.</span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiansystem.com/artikel/penyisihan-piutang-tak-tertagih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penerapan Saldo Minimum Pada Koperasi</title>
		<link>http://radiansystem.com/artikel/penerapan-saldo-minimum-pada-koperasi/</link>
		<comments>http://radiansystem.com/artikel/penerapan-saldo-minimum-pada-koperasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 05:32:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[Penerapan Saldo Minimum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radiansystem.com/v2/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Seperti diketahui bahwa perhitungan bunga pada Simpanan baik dalam koperasi atau Bank terdapat 3 system yaitu. Bunga harian Bungan Rata rata Saldo Minimum. Dari tiga bentuk saldo di atas , koperasi yang menjalankan usaha simpanan (selain pinjaman) dengan maksimal akan sering menggunakan metode bunga dari saldo minimum. Pemilihan metode ini ada beberapa alasan yaitu: menguntungkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Seperti diketahui bahwa perhitungan bunga pada Simpanan baik dalam koperasi atau Bank terdapat 3 system yaitu.</span></p>
<div class="opening">
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="color: #000000;">Bunga harian</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="color: #000000;">Bungan Rata rata</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="color: #000000;">Saldo Minimum.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span style="color: #000000;">Dari tiga bentuk saldo di atas , koperasi yang menjalankan usaha simpanan (selain pinjaman) dengan maksimal akan sering menggunakan metode bunga dari saldo minimum.</span></p>
</div>
<p class="MsoNormal"><span style="color: #000000;">Pemilihan metode ini ada beberapa alasan yaitu:</span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="color: #000000;">menguntungkan koperasi karena biaya bunga<span> </span>yang di keluarkan tidak begitu besar</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="color: #000000;">jika jumlah nasabah mencapai ribuan, dengan transaksi setoran atau penarikan sering hanya dibawah Rp 10.000,- , memudahkan untuk menghitungnya secara manual ( dibanding 2 metode lainnya)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="color: #000000;">mudah menerangkan nya kepada nasabah. (terutama di pedesaan)</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span style="color: #000000;">Akan tetapi kadang masih terdapat kerancuan dalam mengartikan ketetapan dari saldo minimum:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color: #000000;">“Bunga dihitung dari saldo ter rendah selama satu bulan”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color: #000000;">satu bulan yang di maksud bisa di artikan saldo yang mengendap di koperasi selama:</span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="color: #000000;">saldo mulai tanggal 01 pagi hari (artinya saldo terakhir per 31 malam) sampai dengan tanggal 31malam hari (atau penarikan baru boleh tanggal 01 pagi hari)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="color: #000000;">menabung mulai tanggal 01 (boleh sore hari) dan diambil tanggal 31 (boleh pagi hari)</span></li>
</ol>
<p><span style="color: #000000;">karena ada kerancuan pengartian seperti itu , dimana tidak ada panduan mana yang paling benar, maka system armadillo di buat untuk bisa mengatasi dualisme perbedaan penafsiran tersebut, dimana pemakai bisa menerapkan system yang pertama atau system yang kedua</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiansystem.com/artikel/penerapan-saldo-minimum-pada-koperasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

